Kondisi di mana individu dan komunitas memiliki kualitas hidup yang layak, kesehatan mental dan sosial yang terjaga, relasi yang bermakna, serta rasa aman dan bermartabat.
Kesejahteraan dalam pemahaman YSII bukan sekadar angka pendapatan. Seseorang bisa memiliki penghasilan yang cukup namun tetap merasa terisolasi, cemas, atau kehilangan makna. Sebaliknya, komunitas yang kohesif dan saling mendukung bisa bertahan bahkan di tengah tekanan ekonomi. YSII mendekati kesejahteraan sebagai kondisi di mana manusia dapat hidup dengan layak, bermartabat, dan utuh. Secara ekonomi, fisik, mental, dan sosial sekaligus. Kata “penghidupan” ditambahkan secara eksplisit untuk menegaskan bahwa dimensi ekonomi adalah bagian integral dari wellbeing, bukan sesuatu yang terpisah.
Program-program pada fokus ini adalah:

Workshop 1000 HPK dan Parenting
Penghidupan & ekonomi lokal yang adil dan inklusif. Penguatan rantai nilai, akses pasar, diversifikasi pendapatan. Implementasi kegiatannya seperti:
- Pendampingan UMKM, Koperasi, Kelembagaan Ekonomi Masyarakat, BUMDes
- Pendampingan kelompok-kelompok tani, ternak, dan nelayan
- Pendampingan kelompok pengrajin
- Pendampingan kelompok difable

Edukasi & Pelatihan Membatik Siswa Difabel
Kesehatan fisik dan dukungan psikososial berbasis komunitas, termasuk pelatihan pendamping sebaya lokal. Implementasi kegiatannya seperti:
- Pembentukan dan pelatihan kader kesehatan komunitas: kader posyandu, kader jiwa, kader gizi
- Pendampingan kelompok dukungan sebaya (peer support group) untuk ibu, lansia, penyintas kekerasan, dan kelompok rentan lainnya
- Pelatihan Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid) bagi fasilitator komunitas
- Pendampingan posyandu balita dan lansia berbasis partisipasi komunitas
- Fasilitasi sistem rujukan berbasis komunitas yang menghubungkan warga dengan layanan kesehatan formal
- Pendampingan program gizi ibu dan anak, termasuk pencegahan stunting berbasis komunitas

Pelatihan Membatik Siswa Difabel
Pendidikan dan pembelajaran komunitas. Literasi keuangan, literasi kesehatan, pembelajaran kontekstual. Implementasi kegiatannya seperti:
- Pelatihan literasi keuangan untuk ibu rumah tangga, kelompok tani, dan anggota koperasi
- Fasilitasi sekolah lapang (farmer/fisher field school). Pembelajaran berbasis praktik di lokasi kerja komunitas
- Pendampingan kelompok belajar masyarakat dan warga yang tidak mengakses pendidikan formal
- Pengembangan modul pembelajaran kontekstual berbasis kearifan dan potensi lokal
- Pelatihan keterampilan vokasional yang disesuaikan dengan konteks penghidupan komunitas
- Literasi digital dasar untuk generasi muda desa dan komunitas adat

Sumur Bor 2 Payment Ecosystem Services Rejoso
Akses inklusif terhadap layanan dasar. Air bersih, sanitasi, perlindungan sosial, layanan publik. Implementasi kegiatannya seperti:
- Fasilitasi akses air bersih komunitas. Pendampingan pembangunan sumur, instalasi filter air komunal, dan sistem distribusi sederhana
- Pendampingan sanitasi berbasis komunitas: jamban keluarga, pengelolaan limbah rumah tangga, dan pendekatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat)
- Pendampingan akses program perlindungan sosial. Pendaftaran dan pemantauan PKH, BPJS Kesehatan, KIS, dan KIP
- Advokasi dan pendampingan hak layanan publik bagi kelompok marginal termasuk difable, lansia, dan komunitas adat
- Pemetaan kebutuhan layanan dasar secara partisipatif sebagai dasar advokasi ke pemerintah daerah
Kohesi sosial dan rasa aman. Ruang ekspresi yang aman, solidaritas komunitas, ketahanan keluarga. Implementasi kegiatannya seperti:
- Fasilitasi forum musyawarah dan ruang dialog antar kelompok dalam komunitas, termasuk mediasi konflik berbasis nilai lokal
- Pembentukan dan pendampingan ruang aman bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan, termasuk mekanisme pelaporan dan respons berbasis komunitas
- Pelatihan pengasuhan positif (positive parenting) dan penguatan ketahanan keluarga
- Fasilitasi kegiatan seni, budaya, dan ekspresi komunitas sebagai media pemulihan sosial dan penguatan identitas kolektif
- Pembentukan jaringan solidaritas komunitas. Kelompok gotong royong, lumbung sosial, dan mekanisme saling dukung informal
- Pendampingan komunitas dalam merespons krisis sosial, konflik, dan situasi pasca-bencana